Testimoni Kontak Kami

Spare Parts Logistics sebagai Strategic Control System: Bagaimana TCI Menjaga Uptime, Modal, dan Kepercayaan

Spare Parts Logistics sebagai Strategic Control System: Bagaimana TCI Menjaga Uptime, Modal, dan Kepercayaan

Spare Parts Logistics sebagai Strategic Control System: Bagaimana TCI Menjaga Uptime, Modal, dan Kepercayaan

Bagi direksi dan pemilik aset alat berat, spare parts bukan sekadar item operasional. Ia adalah instrumen strategis yang menentukan tiga hal krusial: uptime alat, efisiensi modal kerja, dan kontrol risiko. Namun dalam praktiknya, spare parts logistics masih sering diperlakukan sebagai fungsi gudang—bukan sebagai sistem kendali bisnis.

TCI mengambil pendekatan berbeda. Kami membangun spare parts logistics sebagai strategic control system, bukan sekadar fasilitas penyimpanan.


Uptime Lebih Penting dari Inventory Turn

Dalam operasi alat berat, biaya downtime hampir selalu jauh lebih besar dibanding biaya menyimpan stok.
Karena itu, pertanyaan yang relevan bagi direksi bukan “berapa banyak stok kita miliki,” melainkan:

  • Apakah spare parts tersedia saat dibutuhkan?

  • Seberapa cepat responsnya?

  • Seberapa dapat dipercaya datanya?

Model operasional TCI dirancang untuk menjawab pertanyaan tersebut secara sistemik—bukan reaktif.


Digitalisasi untuk Kontrol, Bukan Sekadar Laporan

Melalui TCI Warehouse Management System (WMS), kami menyediakan satu platform terpadu yang memungkinkan:

  • Distributor dan service center melakukan pemesanan spare parts secara online,

  • Harga dan diskon dikontrol otomatis sesuai struktur akun dan keanggotaan,

  • Tanpa ketergantungan pada proses manual yang rawan error dan penyimpangan.

Bagi pemilik barang dan manajemen, sistem ini memberikan real-time visibility atas:

  • Pergerakan barang masuk dan keluar,

  • Posisi inventory,

  • Dan histori transaksi.

Ini bukan sekadar transparansi operasional, tetapi alat pengendalian internal.
Data yang real-time dan konsisten mengurangi ruang interpretasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat tata kelola.


Akurasi sebagai Mekanisme Governance

Salah satu risiko terbesar dalam spare parts logistics adalah ketidaksesuaian data dan kondisi fisik.
Banyak organisasi baru menyadarinya saat audit tahunan—ketika sudah terlambat.

TCI menerapkan weekly mandatory cycle count bersama pelanggan, baik secara online maupun offline.
Pendekatan ini menjadikan akurasi inventori sebagai:

  • Proses berkelanjutan,

  • Mekanisme deteksi dini,

  • Dan sarana alignment antara operator dan pemilik barang.

Bagi direksi, ini berarti risiko selisih, kehilangan, dan dispute dapat dikelola sejak awal—bukan dijelaskan belakangan.


Dirancang untuk Kompleksitas Spare Parts Alat Berat

Spare parts alat berat memiliki karakter unik: nilai tinggi, perputaran lambat, criticality tinggi, serta banyak variasi dan substitusi.
Mengelolanya dengan pendekatan gudang generik menciptakan risiko tersembunyi—baik operasional maupun finansial.

Pengalaman TCI dalam menangani major heavy equipment centers memastikan bahwa sistem, SOP, dan tim memahami kompleksitas ini secara nyata, bukan teoritis.


Mengapa Ini Relevan bagi Direksi

Bagi level direksi, spare parts logistics yang dikelola dengan baik memberikan:

  • Perlindungan terhadap downtime operasional,

  • Visibilitas atas aset dan modal kerja,

  • Kontrol harga dan distribusi,

  • Serta peningkatan kepercayaan antar principal, distributor, dan operator.

TCI tidak memposisikan diri sebagai penyedia gudang, tetapi sebagai mitra strategis dalam menjaga kontinuitas operasi dan disiplin bisnis.

Karena dalam industri alat berat, keunggulan bukan ditentukan oleh siapa yang punya gudang terbesar—melainkan siapa yang paling mampu menjaga alat tetap bekerja, modal tetap terkendali, dan data tetap dapat dipercaya.

Back To Articles